Simon Japhar, seorang programmer berusia dua puluh delapan tahun, saat mengurus ulang KTP, mendapati ada anak perempuan berusia delapan belas tahun di kartu keluarganya. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa Keluarga Surya sengaja memalsukan tanda tangan agar bisa menikmati kuota sekolah distrik. Marah besar, Simon malah sebaliknya mendaftarkan anak perempuan Keluarga Surya itu untuk program imigrasi ke Afrika atas nama ayahnya.