Raina dikirim ke tempat yang dijuluki "sekolah rehabilitasi" oleh tunangannya Lucian. Di sana, dia menahan pukulan, perlakuan kasar, sengatan listrik, dan kekerasan kelompok selama setahun penuh. Ketika dia memohon bantuan kepada Lucian, pria itu sedang bepergian ke luar negeri bersama Elaine, pewaris palsu, dan menutup telepon dengan acuh tak acuh. Satu-satunya teman Raina, Kate, meninggal di depan matanya akibat keguguran. Raina hancur sepenuhnya dan menarik diri ke kedalaman kepribadiannya.
Yang terbangun di tubuhnya adalah kepribadian kedua, "Ophelia" — sosok gila dengan kecenderungan antisosial. Ophelia melawan kekerasan dengan kekerasan, menanamkan rasa takut pada setiap orang yang menyiksanya. Satu tahun kemudian, Ophelia keluar dari sekolah tersebut dengan identitas Raina. Dia tampak patuh di luar, namun diam-diam mengumpulkan bukti, serta memanfaatkan rasa bersalah Lucian untuk merampas semua yang dia miliki selangkah demi selangkah. Dia membongkar kebohongan Elaine: orang yang menyelamatkan Lucian bertahun-tahun lalu adalah Raina, bukan Elaine. Ketika kebenaran terungkap, Lucian diliputi penyesalan, namun semuanya sudah terlambat. Dia mengalami gangguan jiwa berat dan dimasukkan ke rumah sakit jiwa, sedangkan Elaine meninggal secara tidak sengaja dalam pertengkaran dengan orang tua angkatnya.
Namun kisah belum berakhir. Raina yang sesungguhnya memiliki tiga kepribadian: Ophelia bertugas melindunginya, Aurora menanggung semua rasa sakit, dan "Raina" asli adalah orang yang membunuh orang tua angkatnya serta merencanakan segalanya. Setelah menipu semua orang, bahkan dia sendiri tidak bisa lagi membedakan bagian dirinya mana yang nyata.
"Bagaimanapun, aku selalu mengatakan bahwa aku adalah pembohong."