Sebagai pewaris generasi ketiga Wijaya Group, dia mewarisi bisnis keluarga. Setelah mendapatkan sistem 'Pengentasan Kemiskinan', dia mengikat seorang siswa miskin yang di-bully sebagai targetnya. Menyadari dikhianati, dia mengikat target baru, 'anak magang' bernama Adrian Chandra. Dimulailah perjalanan pertumbuhan dari 'Pengentasan Kemiskinan' menjadi meroket, berubah dari dukungan sepihak menjadi hubungan timbal balik, serta berhasil meraih kekayaan dan cinta.