Keluarga Santoso mengalami musibah mendadak. Putra sulung Budi mendatangi Yuna, pewaris tabib tradisional sekaligus pemilik ritual, untuk memindahkan makam nenek buyutnya. Ritual tersebut mensyaratkan empat perempuan perawan dan memiliki berbagai pantangan. Siska, yang diam-diam mencintai Budi, nekat ikut serta demi imbalan dua miliar, meskipun ia menyembunyikan fakta bahwa dirinya bukan perawan dan baru saja melarikan diri dari kecelakaan lalu lintas. Selama proses pemindahan makam, berbagai keanehan terus terjadi. Tubuh Siska mulai menunjukkan luka mengerikan yang membusuk. Pada akhirnya, dalam ketakutan, ia mengakui kejahatannya: menabrak satu keluarga tiga orang hingga tewas. Saat itulah kebenaran terungkap — ini semua adalah skenario yang dirancang oleh Budi dan polisi. Karena kecelakaan itu tidak memiliki bukti rekaman CCTV, mereka bekerja sama dengan Yuna untuk membuat skenario ini, hanya demi memancing pengakuan dari Siska.