Presiden Direktur Budi menjemput ibunya, Siti, ke kota dan menempatkannya di kabin VIP kapal pesiar milik keluarganya. Tunangan Budi, Nita, bergegas pulang untuk menyenangkan calon ibu mertuanya yang belum pernah ia temui dan kebetulan berada di kapal yang sama.
Namun, karena meragukan wanita desa seperti Siti tidak pantas menempati kabin VIP dan menganggapnya menggunakan identitas palsu, Nita secara paksa mengambil tempat duduk ibu tersebut. Ia juga bekerja sama dengan sahabatnya yang merupakan pramugari kapal untuk menghina dan mengusir Siti.
Siti berulang kali menyatakan bahwa ia adalah ibu kandung Shen Xuan, namun tetap dihina secara terus-menerus oleh Nita. Di saat kritis, Budi tiba tepat waktu dan menyaksikan langsung kejadian ibunya dihina.