Aku menguras tabunganku dan menghipotekkan rumahku untuk membayar pengobatan suamiku yang menyelamatkan nyawanya. Dia bilang dia terlalu sakit untuk berhubungan intim. Lalu aku memergokinya di kantornya, dalam keadaan sehat walafiat, sedang bermesraan dengan selingkuhannya dan menertawakan bagaimana dia menguras rekeningku. Dia pikir aku ini orang bodoh yang naif dan hanya akan menangis. Dia salah.