Dua puluh tahun yang lalu, sebuah badai hebat menghancurkan ketenangan hidupnya dan merenggut nyawanya. Saat terbangun di sebuah ruangan asing, jeritan pilu anaknya, "Ibu, tolong aku!" masih terus bergema di telinganya. Dengan panik, dia berlari keluar hanya untuk menyadari dirinya telah terlempar dua puluh tahun ke masa depan, di tengah segala sesuatu yang terasa asing namun samar-samar familiar.