Pada tahun 1998, Budi Liem, karena tak mampu membayar mahar, dipermalukan dan pertunangannya dibatalkan oleh Fenny Wong dan Jaya Tjandra. Ia menemukan emas dan koin perak leluhurnya. Ia mengembangkan peternakan ayam, babi, dan penanaman pohon buah. Ia diganggu Jaya Tjandra, tetapi berhasil menembus pasar. Ia melepaskan dendam dan memberikan jalan keluar bagi Jaya Tjandra dan Fenny Wong. Akhirnya, Budi Liem mendirikan perusahaan produk pertanian, memimpin desa berinvestasi dan menjadi kaya.