Presdir Livia Halim memprediksi bencana hama Ulat Grayak Fajar dan menawarkan membeli semua stroberi, namun influencer menghasut penduduk desa merobek kontrak dan mengusirnya. Bencana hama datang, menyebabkan kebun stroberi membusuk. Livia Halim lalu membantu penduduk desa, membangun industri pertanian, penjualan online/offline, dan kerja sama desa. Ia mengatasi krisis, memimpin desa menuju kemakmuran, menjadikan Kota Stroberi model nasional.